Breaking News

Cina terus-terusan gempur Generasi Indonesia dengan NARKOBA

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menangkap seorang warga negara Taiwan, Lu Chui Wen (42), karena kedapatan memiliki 15 kilogram narkoba jenis sabu. Diduga narkoba tersebut beraasal dari Cina.
 
Penemuan narkoba dalam jumlah besar dari China bukanlah hal yang baru lagi. Sebelumnya BNN sudah berkali-kali mengungkap jaringan narkoba, yang barangnya merupakan produksi China. Termasuk barang yang didagangkan oleh gembong narkoba Freddy Budiman.
 
Kepala BNN, Budi Waseso, mengatakan bahwa banyaknya pasokan narkoba dari Cina, dikarenakan di negeri tersebut memang prekursor atau bahan kimia pembuat narkoba, relatif mudah dijangkau.
 
"Ada kewajiban pemerintah di Cina untuk warganya produktif, termasuk memproduksi prekursor, tapi kan itu tidak dilarang, karena bahan dasar obat," ujar Budi Waseso kepada wartawan, di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (2/8/016) dikutip dari Tribunnews.com.
 
Oleh jaringan pengedar narkoba, bahan-bahan kimia yang seharusnya dijadikan dasar untuk membuat obat yang tidak dilarang, disalah gunakan menjadi bahan pembuat narkoba. Barang tersebutlah yang sampai ke Indonesia.
 
Produsen prekursor itu tidak bisa disalahkan, karena memang tidak melanggar aturan, dan niat dasarnya adalah untuk memproduksi bahan dasar obat yang tidak terlarang. Yang patut disalahkann adalah pihak yang menyalahgunakan.
 
"Sama seperti silet, apa itu salah, tidak, tapi kan kalau digunakan untuk melukai orang itu salah," katanya.
 
Untuk membendung masuknya narkoba dari Cina, Budi Waseso atau yang akrab dipanggil Buwas mengaku sudah berkordinasi dengan pihak keamanan Cina. Selain itu BNN juga sudah berkordinasi dengan pihak keamanan dari negara-negara pemaok narkoba, agar barang haram tersebut bisa dicegah masuk ke Indonesia.
 
Sejak beberapa tahun lalu, Cina menjadi pemasok terbesar narkoba jenis sabu. Hal tersebut pernah diungkap oleh pejabat BNN sebelumnya, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto. Menurutnya ketika itu, salah satu indikasi Cina menjadi negara penyulai baru sabu ke Indonesia dalam waktu singkat karena banyak kurir yang masuk ke Indonesia membawa narkoba dari Chna.
 
Sumirat menjelaskan, produktifitas Cina semakin meningkat karena didukung semakin sempitnya ruang gerak para bandar dan produsen sabu dari negara-negara lain. Sehingga, Cina jadi pilihan untuk tetap menjalankan bisnis haramnya itu.***SI-online