Breaking News

Pengamat :Semua Unsur Korupsi Sudah Dipenuhi Ahok

Dalam ilmu hukum yang dimaksud pindak pidana korupsi menurut undang-undang korupsi itu harus memenuhi tiga unsur. Pertama perbuatan melawan atau melanggar hukum. Kedua, telah merugikan negara oleh tindakan melanggar hukum, lalu yang ketiga memperkaya diri atau orang lain. 
 
"Nah ketiga unsur ini sudah dipenuhi oleh kelakuan si Ahok," ujar advokat senior Dr. Eggi Sudjana, S.H, M.Si saat ditemui Suara Islam Online beberapa waktu lalu.
 
Eggi menjabarkan, pertama dalam soal perbuatan melawan hukumnya, misalnya dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW). Menurutnya, cara-cara pembelian RSSW tidak melalui ketentuan hukum yang berlaku.
 
"Itu yang seharusnya disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan malah menyidik soal niat jahat, siapa yang tahu orang punya niat jahat atau tidak. Sama halnya kalau saya menabrak orang, bisa saja saya berdalih tidak berniat nabrak, ini kan kecelakaan, jadi saya tidak boleh dihukum, tetapi kan dihukum juga karena kelalaian. Jadi sama juga dengan KPK, kok cara berfikirnya rendah sekali seperti orang-orang yang tidak berpendidikan, padahal mereka hasil seleksi yang ketat, lewat fit and proper test," jelas Eggi.
 
Lalu yang kedua, lanjut dia, dalam unsur merugikan negara itu yang menentukan bahwa ada kerugian negara atau tidak bukan oleh orang per orang tetapi lembaga resmi negara yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dia punya otoritas dalam mengaudit keuangan negara. "Nah melalui audit BPK pertama terjadi kerugian 191 miliar yang kemudian setelah dikaji lagi turun menjadi 173 miliar," kata Eggi.
 
"Dalam konteks kerugian negara yang sudah ditemukan itu, alasan apalagi yang membuat KPK tidak menjadikan Ahok sebagai tersangka? ini kan sudah sangat jelas buktinya," terang Eggi.
 
Ditambah lagi dalam konteks pembelian RSSW itu kepada Kartini Muljadi dia hanya menerima uang sekitar 355 miliar sedangkan uang yang keluar itu 755 miliar, berarti ada 400 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Ini bisa menjadi unsur ketiga dalam hal upaya memperkaya diri atau orang lain, paling tidak Ahok telah memperkaya orang-orang di Sumber Waras atau orang disekitarnya yang terkait, jadi 455 miliar itu kemana uangnya?" kata Eggi. 
 
"Jadi silahkan Ahok mau dibilang bersih, hebat, jujur, tetapi tindakan dia itu merugikan negara, melawan hukum dan memperkaya diri atau orang lain. Jadi semua unsur yang disebut korupsi sudah terpenuhi," jelasnya. 
 
"Dan saya sebagai praktisi hukum berani bertaruh dalam pengertian keilmuan hukum, sudah seharusnya menurut pendekatan hukum bahwa Ahok itu layak dijadikan tersangka," tegas Eggi.