Breaking News

G30S/PKI Tak Lagi Diperingati, Bendera Setengah Tiang Tak Lagi Berkibar...Rezim Pro PKI kah?

Wartaonline.net,- Masyarakat seolah sudah lupa bahwa 30 September merupakan peringatan G30S/PKI. Buktinya, di depan rumah warga jarang berkibar bendera setengah tiang hari ini, Jumat (30/9/2016).

Bahkan di sejumlah perkampungan dan dusun-dusun, depan rumah warga tidak ada bendera setengah tiang sebagai bentuk peringatan trgaedi berdarah yang meletus pada 30 September 1965 itu.

"Tidak ada himbauan dari perangkat desa. Makanya saya tidak mengibarkan bendera setengah tiang. Saya sendiri juga lupa kalau 30 September adalah hari G30S/PKI," ujar Sukamto (52), warga Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.


Wasekjen Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain mengkritik sepinya peringatan 30 September untuk mengenang jenderal yang terbunuh oleh PKI. Seharusnya pemerintah menginstruksikan untuk memasang bendera setengah tiang. 
"7 Jenderal dibunuh PKI, tahun Ini tidak ada perintah pasang bendera 1/2 tiang tanggal 30 September. Apa rezim Ini pro PKI ya?" tanyanya lewat kicauan di Twiiter, Jumat (30/9).

Gerakan 30 September PKI 1965 atau yang juga akrab disingkat G-30 S/PKI kembali menjadi perbincangan hangat di lini masa. Di Twitter, G-30 S/PKI menjadi salah satu trending topic

Sejumlah netizen bahan memajang foto-foto jenderal yang selama ini dianggap menjadi korban keganasan PKI. Di antaranya seperti Mayjend S. Parman, Mayjend Soeprapto dan Mayjend MT. Haryono.  "Mari sejenak kita mendoakan para pahwalan yang gugur dalam G-30 S/PKI," tulis akun Gen4Defender, Jumat (30/9).

Seorang netizen menyayangkan minimnya pemberitaan tragedi ini. Media arus utama lebih banyak memberitakan sidang kopi Jesica atau Pilkada.  "G-30 S/PKI seakan menghilang ditutupi sidang kopi Jesica ataupun Pilkada," tulis akun Cullenfebr.***rol

republika.online