Breaking News

Pilkada DKI 2017 | Ketika Hasrat Politik Mengalahkan Harapan

Wartaonline.net,- Inilah politik. Jangan berharap berlebihan. Jangan berangan-angan tentang hati nurani. Apalagi sampai pada level baik dan benar. Inilah politik. Tak ada urusan dengan dakwah apalagi seruan agama. Jadi, jika ada yang berharap demikian, siap-siap kecewa saja.
Kita berharap, ada satu calon agar mudah mengatur strategi dan garis demarkasi sebagai rival calon yang tidak beriman. Tapi kita justru dapat dua. Bukan karena stock calon yang lebih banyak, tapi karena berahi kekuasaan tak tertahankan.
Yang tak terduga dimunculkan, padahal masa depannya masih sangat panjang jika mau bersabar. Yang berusaha gigih, malah tak terpilih. Tak ada yang ingin berkoalisi. Ke sana dan kemari menawarkan diri, kini ditinggal pergi. Dan satu lagi, because sikukuh. Hanya maunya yang ingin dituruti. Tak ada kompromi.
Saudara, kita sedang nonton bareng pertunjukan ego politik dan berahi kekuasaan dengan segala make up dan perhiasaan. Maka sekali lagi, berjuang tentu tak boleh berhenti, ikhtiar tak boleh bubar. Tapi menitipkan harapan pada kendaraan politik dengan para politisi sebagai pilotnya, rasanya kita akan berulang-ulang kecewa.
Kita berharap pada sikap yang membela umat. Tapi yang kita dapat adalah pertunjukan nafsu politik yang sarat. Kita ingin melihat keberpihakan pada urusan iman. Tapi yang kita saksikan adalah, tingginya ego dan keinginan.
Jika kesadaran tak hadir dari atasan, maka sudah saatnya kesadaran lahir dari umat yanh berharap. Para pemimpin umat, ulama, para guru dan cerdik cendekia, saatnya melakukan kaderisasi. Jangan menunda lagi, untuk melahirkan calon-calon pemimpin yang beriman. Bukankah dalam al Quran kita diajarkan, bukan saja menjadi pemimpin yang beriman, tapi harus menjadi imam dari orang-orang yang beriman.
Turunlah ke lapangan, para pemimpin umat. Jangan duduk di atas menara gading, di atas mimbar-mimbar yang anti kritik. Turunlah ke padang, didik dan bina umat untuk melahirkan para pemimpin orang beriman.
Duhai para ibunda dan ayahanda, ini bukan saja tentang riuh komentari tentang siapa pemimpin yang kita pilih pada pilkada. Setiap ayah, setiap bunda, di seluruh rumah-rumah kaum muslimin, harus mengkader anak-anaknya menjadi calon pemimpin orang-orang beriman. Setiap rumah harus menyiapkan dan menyumbangkan hasil terbaik dari pengkaderan umat ini.
Tanam benih jihad dalam ladang jiwa mereka. Agar nanti tumbuh menjadi
mujahid-mujahid di segala lini. Di ekonomi, politik, sosial dan menjunjung tinggi agama Islam. Jangan terburu-buru ingin memetik hasil dari benih yang kita tanam. Sungguh benih yang kita tanam ini, bukan kita yang harus menikmati. Benih yang kita tanam harus dinikmati oleh seluruh orang-orang beriman. Oleh seluruh manusia bahkan semesta alam. Jangan hanya karena hasrat kuasa, kita memanen benih yang kita tanam sebelum masanya.
Berjuang dan ikhtiar jangan pernah lelah. Sabar mencari cara dalam memenangkan iman dan kebenaran. Di atas segala, kita ridha atas takdir Allah yang telah ditetapkan.
Sekurang-kurangnya, saat ini kita dapat hadiah hiburan. Ada calon pemimpin seiman yang bisa dijadikan pilihan....///Ketika Hasrat Politik Mengalahkan Harapan (Rasil FM)