Breaking News

Takut Kalah, Ahok Keluarkan Jurus Giring Opini Publik terkait Isu SARA

Wartaonline.net-- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semakin ciut nyalinya setelah menyaksikan dan menyadari solidnya umat Islam Jakarta menjelang pilgub 2017 ini. Jika di media sosial seolah-olah ada berbagai kubu umat Islam yang saling 'bergesekan', dalam kenyataannya tak demikian.

Berkumpulnya ratusan ribu umat muslim Jakarta untuk salat bersama di masjid Istiqlal Ahad, 18 September lalu menjadi bukti yang cukup mampu menekan rasa jumawa Ahok.

Meski diklaim oleh beberapa kalangan bahwa salat bersama tersebut bukan bukti signifikan atas kekuatan real warga, namun bukti bahwa umat Islam Jakarta sudah bersatu melawan Ahok tak lagi bisa dibantah kebenarannya.

Hal ini membuat Ahok akhirnya meminta para lawan politiknya untuk berdebat masalah
program pembenahan DKI Jakarta, dan menghindari penggunaan ayat suci Al Quran dalam pembahasan ini.

“Lawan ide kami, jangan pakai Al Maidah 51,” ungkap Ahok dalam jumpa pers di DPP Nasdem Cikini, Jakarta, Rabu, 21 September 2016.

Permintaan Ahok agar umat Islam tidak berpegang pada ayat suci Quran justru menjadi sebuah bukti bahwa Ahok pemimpin yang sengaja menggunakan isu agama untuk menggiring opini publik.

Ahok ingin memberi kesan bahwa ia terdzalimi. Padahal, Ahok sebenarnya tak perlu takut, karena ayat suci tersebut hanya digunakan sebagai pedoman dan pegangan bagi UMAT MUSLIM, bukan untuk umat lainnya. Jadi jelas sekali di sini bahwa justru Ahok lah yang terus bermain di isu SARA.

Seperti diketahui, Yusril Ihza Mahendra sebelumnya ,sudah mengungkapkan tidak pernah berniat membawa isu SARA karena dirinya ingin bertempur berhadapan langsung.

“Saya tidak akan menyerang Pak Ahok karena sukunya, karena agamanya. Tapi saya bisa menyerang Pak Ahok, dan orang bisa saksikan bahwa perdebatan saya itu menyangkut hal-hal yang fundamental tentang Jakarta,” tegas Yusril. ***pp/jppn