Breaking News

KH Athian Ali : "Jangan Pernah Ragukan Tekad Umat Islam dalam Memperjuangan NKRI"

WARTAONLINE.NET,-- Beberapa pekan terakhir ini khususnya yang melakukan bela aksi Islam bertubi mendapatkan fitnah seolah tidak menghormati kebhinekaan.

Demikian diungkapkan KH Athian Ali M. Dai saat memberikan ceramah dihadapan jamaah Shalat Subuh Berjamaah di masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Senin (12/12).

Terkait kebhinekaan, ia menegaskan siapapun akan melihat, umat Islam turut terlibat dalam memperjuangkan kemerdekaan. Sehingga, ia menegaskan jangan pernah meragukan tekad umat Islam dalam memperjuangkan Indonesia. 

Menurut Athian, dalam setiap bela aksi Islam, ia selalu menegaskan aksi dilakukan tidak berkaitan dengan agama dan etnis tertentu. Namun, aksi yang dilakukan berkaitan dengan tersangka, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menghina Allah SWT dan agamanya.


"Dalam aksi bela Islam, seorang manusia yang telah menghina Al Quran yang kebetulan yang bersangkutan berasal dari etnis tertentu dan kebetulan beragama bukan umat Islam. Aksi tidak ada kaitan dengan agama dan etnis tertentu. Aksi ini berkaitan dengan Ahok yang menghina Allah dan agama Allah," katanya.

Ia menegaskan kecintaan kepada Allah SWT dan rasul harus lebih besar dan mengalahkan kecintaan diri kita pada dunia. "Seorang mukmin demi keimanan maka akan rela mengorbankan apapun yang ada di dunia. Bahkan kalau terpaksa nyawa sekalipun," ungkapnya. 

Athian Ali mengatakan setiap orang harus memahami, tidak akan ada yang rela siapapun jika ada orang lain yang menghina agamanya. "Jika ingin ada kebhinekaan maka jangan ada orang yang menghina agama orang lain. Kita ingin Republik ini damai dan tenang," katanya. 

Oleh karena itu, menurutnya, setiap orang di negeri ini harus bisa menahan diri untuk tidak menodai agama orang lain.  Selain itu, tuntutan yang tetap diinginkan oleh umat Islam bagi tersangka Ahok yang diduga menistakan agama agar segera dihukum. "Tuntunan kita satu, segera hukum sang penoda agama Islam. Kita tidak pernah rela jika lepas dari hukum," katanya.  ***




Sumber : Republika