Ada Spanduk Parkir Gratis di Stasiun Metland Telaga Murni

0
Kendaraan roda dua yang terparkir di area parkir sementara

Metro :  Warga perumahan Metland Cibitung dan sekitarnya, tentunya sangat beruntung dengan telah dioperasikannya Stasiun Metland Telaga Murni pada 18 Mei 2019 lalu. Biasanya, sebelum Stasiun Metland dioperasikan, warga sekitar harus naik dari Stasiun Cibitung yang jarak tempuhnya bisa mencapai 25 menit dari perumahan Metland Cibitung.

Diharapkan dengan adanya stasiun Metland Telaga Murni ini, warga Metland Cibitung dan sekitarnya mendapatkan kemudahan alternatif transportasi dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari. 

Seperti diketahui pembangunan Stasiun Metland Telaga Murni, sebenarnya sudah dimulai sejal Agustus 2016, dengan biaya pembangunan mencapai puluhan miliar.

Robbyansyah Evar ST, General Manager PT Fajarputera Dinasti, pengembang kawasan Metland Cibitung, anak usaha PT Metropolitan Land Tbk (Metland), menjelaskan bahwa Stasiun Metland Telaga Murni dibangun seluas 2.000 meter persegi di atas lahan 2.051 meter persegi. Stasiun ini memiliki fasilitas peron 260 meter untuk 12 rangkaian kereta.

“Keberadaan stasiun ini akan mengakomodir penumpang-penumpang di sekitaran Cibitung, mulai dari telaga murni sampai dengan Cikarang Bekasi Laut (CBL)/Sukatani,” kata Robby seperti dikutip dari propertiterkini.com.

Diharapkan dengan adanya stasiun ini, warga Metland Cibitung dan sekitarnya mendapatkan kemudahan alternatif transportasi dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari.  Ini artinya konsep  TOD (Transit Oriented Development) yang diterapkan pengembang menjadi kenyataan.

Stasiun  yang dibangun dengan cukup megah ini, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti eskalator, elevator, ruang menyusui, mushala, pos kesehatan. Untuk parkir memang belum tersedia, hanya lahan parkir sementara yang disiapkan Pengembang di jalan depan stasiun dengan memasang spanduk “Parkir Gratis”.

Warga dan masyarakat sekitar yang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa harus parkir di lahan sementara tersebut. Berdasarkan pengamatan dilokasi, parkir tersebut di jaga oleh orang-orang yang katanya berasal dari karang taruna setempat. Sehingga tidak menjamin kendaraan yang diparkir disana akan aman dari pencurian. Bahkan orang-orang tersebut, terkesan preman. Sehingga, meski sudah terpampang spanduk bertuliskan “Parkir Gratis” mereka tetap saja meminta uang parkir kepada pemiliki kendaraan yang memarkir kendaraannya.

Bahkan keberadaan Ojek Online (Ojol) pun di batasi oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga warga yang memesan Ojol, harus berjalan 300 meter – 400 meter untuk menghampir pengemudi Ojol.

Seperti yang dialami Sebuat saja, Astuty Carolyna, warga perumahan Metland Cibitung yang bekerja di Jakarta mengatakan semenjak beroperasinya stasiun Metland Telaga Murni ini, merasa sangat senang sekali. Meski harus mengatur jadwal keberangkatannya, karena jadwal kereta commuterline saat ini masih satu jam sekali.

“yang amat disayangkan, ada spanduk parkir gratis, tapi ketika keluar malah dimitai uang oleh orang-orang yang mengaku dari karang taruna setempat. Bahkan ada tetangga saya, ketika memesan Ojek online (ojol), pengemudi tidak diperbolehkan masuk. Jadi harus menghampiri pengemudi Ojol yang jaraknya sekitar 300 meter – 400 meter dari pagar pintu stasiun,”ujarnya sambil menambahkan jadi bisa dikatakan standar keamanannya masih payah.

Hal senada juga diungkapkan Febrianto, seorang warga yang tinggal di Villa Mutiara mengatakan senang dengan beroperasinya stasiun yang berada di lingkungan perumahan Metland Cibitung ini. Demi kenyamanan Febrianto lebih memilih ke jakarta dengan menggunakan transportasi commuterline. “ saya berharap agar secepatnya fasilitas di area parkir di stasiun Metland Telaga Murni dibenahi. Sudah banyak pengguna commuterline yang memarkirkan kendaraanya di area parkir sementara ini, meski di pasang spanduk gratis, namun tetapi dimintai orang-orang yang tidak bertanggap jawab,”ujarnya.

Kalau setiap pengendara roda dua dikenai Rp 5000, tambahnya, bisa dibayangkan berada uang yang masuk ke kantong pribadi, jika sehari saja ada sekitar 500  motor yang parkir disitu. 

Lain lagi yang dialami Sharul, warga Cluster Taman Kemanggis, Metland Cibitung. Baru saja buka pintu mobilnya, tiba-tiba dihampiri seseorang yang langsung meminta uang parkir, yang menganggap dirinya penjaga parkir. Padahal jelas-jelas terpampang spanduk bertuliskan “Parkir Gratis”.

“sempat bersitegang juga dengan orang yang minta uang tersebut. Pasalnya, dengan nada sedikit mengancam pria yang meminta uang parkir tersebut berkata, kalau nanti parkir lagi, saya tidak menjamin kalau ada kehilangan atau kerusakan pada mobil,” ujarnya menirukan perkataan orang yang meminta uang parkir tersebut.

Sementara itu, salah seorang pengurus Rukun Tetangga (RT) yang tinggal di Metland Cibitung, Adip Zaky mengatakan, “memang untuk soal pengelolaan parkir di area stasiun Metland Telaga Murni tersebut belum dikelola oleh pihak yang resmi.  Jadi masih simpang siur terkait aturan parkirnya,” ujarnya.

Menurutnya, pengurus wilayah setempat yang ada di perumahan Metland cibitung, baik RW maupun RT termasuk organisasi kepemudaannya bisa bekerjasama, berkolaborasi dengan pihak pengembang untuk mengurus dan mengatur parkir ini.

“memang saya banyak mendengar keluhan-keluhan warga mengenai parkir di stasiun tersebut.  Karena setahu saya, orang-orang yang menjaga parkir tersebut bukan berasal dari warga Metland Cibitung.  Jadi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan serta menjaga nama baik pengembang , perlu pengaturan yang lebih baik dengan melibatkan pengurus RT/RW,”tutupnya. (buyung)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.