Awali Tahun 2019 Sentra Timur Residence

Siap Luncurkan Tower Baru

0

Menjelang tahun 2019, para pengembang properti terus melakukan berbagai langkah strategis dalam pengembangan proyek propertinya. Meski memasuki tahun politik, sejumlah pengembang optimis bahwa bisnis properti di tahun 2019 ini akan kembali bangkit.

Dukungan pemerintah melalui kebikakan-kebijakan terutama pelonggaran aturan kredit properti (Loan to Value/LtV) dinilai menjadi kekuatan baru bagi industri properti yang sempat melemah sejak beberapa tahun belakangan.

Disisi lain tren kenaikan suku bunga tidak mengkhawatirkan para pengembang. Bagi sejumlah pengembang kebijakan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate ke level 6% adalah langkah yang tepat karena faktor eksternal. Perusahaan properti mengaku masih punya cara untuk memudahkan konsumen memiliki hunian di tengah kenaikan suku bunga.

Optimisme kebangkitan industri properti di Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta, PT. Bakrie Pangripta Loka bersama Perum Perumnas, pengembang Apartemen Sentra Timur Residence masih menawarkan hunian seharga Rp400 jutaan yang masih bisa dijangkau masyarakat kelas menengah.

Apartemen yang berlokasi di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur, ini berjarak singkat dengan pintu Tol Sentra Timur yang terhubung dengan Tol Jakarta Lingkar Luar (JORR) menuju arah Pondok Indah. Ada pula Tol Akses Tanjung Priok.

Selain itu, dengan harga relatif murah untuk sekelas apartemen di Jakarta, penghuninya bisa menikmati akses mudah menuju Terminal Pulogebang dan Stasiun Cakung yang berada dalam radius 2km.

“Dengan kelengkapan sarana dan prasarana sekitar, tiap unit apartemen punya peningkatan harga mulai dari 5% sampai 20% dalam setahun. Terkini, cicilan apartemennya bahkan hanya Rp3 jutaan per bulan,” kata GM Sales Sentra Timur Residence, Ibah Djauhari.

Sementara jika dibandingkan dengan harga saat awal luncur tahun 2008, apartemen di Sentra Timur Residence kini sudah mencapai kenaikan hingga 300%. Sebab saat launching perdana, harganya masih dipasarkan Rp 90 jutaan.

“Artinya, dalam kurun waktu 10 tahun, pembeli pertama telah merasakan balik modal selama tiga kali. Ini terbilang luar biasa, apalagi untuk unit siap huni ada kepastian jaminan sewa dengan harga berkisar Rp1,5 juta hingga Rp4 juta,” tambahnya.

Tak pelak, dalam waktu dekat pengembang berencana meluncurkan kembali tower selanjutnya. Melihat sisa unit di tower terakhir yakni Sapphire hanya kurang dari 30 unit.

Disebut Ibah, peluncuran tower baru akan berjalan sesuai agenda meskipun isu terkait politik cukup santer terdengar. Optimisme ini terbentuk lantaran pihaknya berkaca terhadap produk yang dimiliki, yang tentunya akan mudah diserap pasar kelas menengah.

“Kami berada di kawasan elite, di mana harga perumahan sekitar Sentra Timur Residence sekitar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar. Harga apartemen kami bahkan hanya 1/10 dari harga rumah di sana,” tukasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.