Bawomataluo jadi situs warisan dunia, kunjungan wisatawan meningkat

0

Berita Ekonomi – Medan (ANTARA) – Bawomataluo adalah salah satu desa di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Bahkan, Desa Bawomataluo yang saat ini sangat santer diberi nama “Matahari Terbit”.

Istilah matahari terbit itu karena desa tersebut berada di atas perbukitan yang cukup indah dan menarik. Desa ini terdiri atas sembilan dusun dan berada pada ketinggian di atas lebih kurang 324 meter dari permukaan laut.

Desa Bawomataluo sangat terkenal sebagai desa budaya dan tradisi hombo batu (lompat batu). Sejak menyandang status sebagai desa budaya, Bawomataluo memiliki agenda budaya tahunan yang disebut sebagai Festival Budaya Bawomataluo.

Luas Desa Bawomataluo lebih kurang 7,95 km2 dan jumlah penduduk sekitar 3.116 jiwa (2013) dan kepadatan 392 jiwa/km2.

Dalam acara ini, kata dia, Yasonna Laoly mendatangkan banyak duta besar datang ke daerah ini. Mereka sekarang sudah ada di Gunung Sitoli. Mereka juga mengikuti rangkaian acara, termasuk melihat situs-situs dan museum yang ada di Nias.

Ia merasa optimistis kehadiran para duta besar itu memberikan dampak positif pada Kepulauan Nias dan Sumatera Utara pada umumnya dalam peningkatan jumlah wisatawan. Belum lagi, salah satu pusat surfing atau selancar terbaik di dunia ada di kepulauan tersebut.

Nias ini punya daya tarik. Oleh karena itu, masyarakat setempat menunjukkan keramahtamahannya supaya wisatawan asing punya kesan yang baik setelah kembali ke daerahnya dan bisa berkunjung kembali ke Nias.

Sumber : Bawomataluo jadi situs warisan dunia, kunjungan wisatawan meningkat

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.