Haul Sunan Pandanaran I Berpeluang Jadi Wisata Religi

0

 Haul Sunan Pandanaran I Berpeluang Jadi Wisata Religi


Haul Sunan Pandanaran I Berpeluang Jadi Wisata Religi

SM/Siswo Ariwibowo : FOTO BERSAMA: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (tengah) berfoto bersama dengan pengurus Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, seusai acara audiensi di Balai Kota Semarang, Kamis (9/8). (42)
SM/Siswo Ariwibowo : FOTO BERSAMA: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (tengah) berfoto bersama dengan pengurus Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, seusai acara audiensi di Balai Kota Semarang, Kamis (9/8). (42)

BALAI KOTA – Haul Sunan Pandanaran I yang rutin digelar setiap 17 Muharam, berpeluang untuk dijadikan wisata religi baru di Kota Semarang. Kegiatan itu diisi pula dengan kirab budaya, buka luwur (penggantian kain makam), pengajian, dan sejumlah kegiatan keagamaan lainnya. ”Kami melihat kegiatan ini berpotensi menjadi wisata religi di Kota Semarang. Kami akan mendukung program ini,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Wali Kota mengatakan hal itu, di sela-sela menerima kunjungan pengurus Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, bersama pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang, di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda No 148 Semarang, Kamis (9/8).

Dia mendorong semua pihak, supaya menguri uri tokoh dan tempat bersejarah di Kota Semarang, termasuk makam Sunan Pandanaran di Mugas. Selain untuk mengenang jasa, juga sebagai bukti perhatian Pemkot Semarang, dalam mendukung adanya wisata religi di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Savitri, yang turut mendampingi Hendrar Prihadi, berharap kegiatan tersebut dapat menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar Kota Semarang. ”Teknisnya nanti dapat dikemas dalam bentuk paket wisata religi. Bantuan publikasi media juga penting supaya masyarakat mengetahui semua rangkaian acaranya,” paparnya.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, mengatakan audiensi terkait persiapan pelaksanaan haul akan 22-23 September 2018, di Pendapa Makam Sunan Pandanaran I, Jl Mugas Dalam Semarang.

Dijelaskan, sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan. Pada 22 September, akan diadakan kirab budaya serta penggantian kain penutup makam Sunan Pandanaran I beserta istri, dan Syekh Maulana Ibnu Abdussalam. Penggantian dilakukan sejumlah budayawan Kota Semarang. Selanjutnya, pada malam hari akan digelar pengajian dan maulud Nabi Muhammad Saw, dipimpin sejumlah ulama. ”Insya Allah akan dihadiri ribuan jamaah. Pada 23 September siang diadakan kegiatan tawassul akbar, oleh jamaah As Syahadatain Jawa Tengah,” imbuhnya.

Dia berharap, Pemkot Semarang ikut mengawal kegiatan haul tersebut, lantaran Sunan Pandanaran I, merupakan tokoh pendiri Kota Semarang. (arw-42)


Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.