PERSPEBSI Resmi Jalin Kerjasama dengan BAPETEN

0

Nasional : Jakarta 23 Februari 2019 – “PERSPEBSI Resmi Jalin Kerjasama dengan BAPETEN dalam Rangka Penyelenggaraan Program Pelatihan Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Anggota Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia”

Bertempat di Soejoto Hall, RSUP Fatmawati, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia, secara resmi menjalin kerjasama kemitraan dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Indonesia.

Kerjasama kemitraan ini  dalam rangka penyelenggaraan Program Pelatihan Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Anggota Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Prof. Dr. dr. Abdul Hafid Bajamal, Sp.BS (K) selaku Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia dan Ir. Lukman Hakim, M.Ak, M. Eng selaku Kepala Balai Diklat Bapeten.

Kerjasama kemitraan ini akan terimplementasi dalam bentuk program pelatihan yang terbagi menjadi beberapa batch dalam periode waktu 2 tahun dan dapat diperpanjang, dengan masing-masing batch akan diikuti oleh 40 orang peserta.

Ketua Organizing Committee, Dr. Mochammad Evodia S.R, Sp.BS , menjelaskan target partisipan dari program pelatihan ini adalah dokter spesialis bedah saraf, tenaga kesehatan pada fasilitas neurologi intervensi dan pihak manajemen pada fasilitas neurologi intervensi.

Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bentuk pengakuan kompetensi yang telah di dapat dari mengikuti program ini. Program sertifikasi ini merupakan yang pertama kalinya diadakan untuk dokter spesialis bedah saraf.

“Diharapkan dalam rentang waktu berjalan, program ini dapat memberikan sertifikasi kepada lebih dari 300 orang dokter spesialis bedaf saraf yang menjadi anggota perhimpunan spesialis bedah saraf indonesia,”ujarnya.

Pemanfaatan radiasi dalam bidang neuro intervensional surgery meskipun dinilai aman namun tetap memiliki dampak yang berbahaya jika tidak diawasi dan dikendalikan. Paparan dosis radiasi yang berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh petugas medis, baik yang langsung dirasakan dalam waktu singkat maupun yang bersifat akumulatif dalam periode waktu yang relatif panjang.

Demi meningkatkan kesadaran akan bahaya radiasi, maka dibutuhkan suatu pemahaman yang lebih mendalam tentang bahaya radiasi dan bagaimana cara memproteksi diri secara baik dan benar mengacu kepada standarisasi yang telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir Indonesia.

Dalam kesempatan penandatanganan nota kesepahaman antara Perspebsi dan Bapeten, Dr. Mochammad Evodia S.R, Sp.BS mengatakan “Dengan adanya pelatihan ini, para sejawat bedah saraf diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya paparan radiasi serta mampu memproteksi dirinya secara benar sesuai standarisasi yang ada, sehingga bisa bekerja optimal dengan risiko komplikasi minimal dalam melayani masyarakat.”

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.