Presiden Jokowi Minta Kasus Novel Baswedan 3 Bulan Selesai, Patut Diapresiasi!

Oleh : Wawan Kuswandi

0
Presiden RI Joko Widodo

Wartaonline.net : Penegasan Presiden Jokowi agar kasus Novel Baswedan dituntaskan dalam waktu tiga bulan oleh tim teknis yang akan dibentuk Kapolri patut diapresiasi. Penegasan Jokowi merupakan tindak lanjut atas hasil penyelidikan kasus Novel selama enam bulan oleh TGPF yang dibentuk Kapolri Tito Karnavian. Sebelumya, kasus Novel Baswedan sudah terkatung-katung selama hampir dua tahun lebih. Persoalan ini menjadi sorotan tajam para aktivis HAM dan sejumlah pakar hukum pidana.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana penanganan kasus Novel Baswedan ini, redaksi wartaonline.net mewawancarai Wawan Kuswandi seorang pemerhati komunikasi massa. Berikut hasil wawancaranya.

Mengapa kasus Novel Baswedan lama terungkap?

Lama atau cepatnya sebuah kasus pidana akan bisa terungkap tergantung dari jenis kasusnya. Mungkin saja kasus Novel Baswedan ini diduga melibatkan sejumlah tokoh politik, pengusaha, pejabat atau aparat keamanan.

Apa yang harus dilakukan Polri agar kasus ini cepat terungkap?

Polri harus tegas, berani dan bertindak adil dalam menangani berbagai kasus pidana termasuk kasus Novel Baswedan. Munculnya nama seorang jenderal polisi yang disebut-sebut diduga ada kaitannya dengan kasus Novel perlu mendapat perhatian serius oleh Polri. Lebih jauh lagi Polri juga harus mendalami motif tindak pidana ini, apakah terkait dengan dendam pribadi atau ada hubunganya dengan kasus korupsi yang ditangani Novel. Bisa juga ada tokoh politik atau pengusaha yang merasa terganggu dengan penyelidikan Novel. Semua data itu pasti sudah diberikan TGPF ke Polri.

TGPF menyebut ada lima atau enam kasus yang diduga kuat menjadi penyebab Novel Baswedan diserang dengan air keras?

Nah, lima atau enam kasus itu harus didalami satu per satu oleh tim teknis yang akan dibentuk Polri. Tujuannya ialah agar akar masalah itu dapat terdeteksi dengan tepat dan benar sebagai motif utama dari kasus ini. Tampaknya ada hubungan kausalitas dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel. Penyiraman air keras itu merupakan akibat. Nah, Polri harus mencari sebab-musababnya, kenapa itu terjadi? Dalam laporannya, tim TGPF menemukan fakta bahwa terdapat probabilitas dari kasus yang ditangani Novel yang berpotensi menimbulkan balas dendam. Ada dugaan Novel telah melakukan Excessive abuse of power yaitu penggunaan kewenangan secara berlebihan. Nah, dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan oleh Novel inilah yang juga perlu didalami polisi dengan teliti.

Bagaimana Novel Baswedan harus menyikapi temuan TGPF?

Novel harus berpikir positif dan tidak perlu kecewa dengan temuan TGPF. Di sisi lain, mungkin saja Novel belum mengungkapkan semua data dan fakta yang dia miliki ketika dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polri.

Sejumlah masyarakat kecewa dengan temuan TGPF karena tidak berhasil menemukan dalang dan pelaku lapangan, menurut Anda?

Boleh-boleh saja masyarakat kecewa. Namun, publik juga perlu memahami bahwa peran TGPF hanya sebagai pengumpul data dan fakta terhadap kasus ini. Hasil akhirnya hanya bersifat rekomendasi bagi Polri untuk menindaklanjutinya. Jadi, TGPF itu bukan eksekutor, tapi hanya sebagai lembaga sementara yang bertugas memberi rekomendasi. Tugas eksekutor atas hasil temuan TGPF adalah Polri.

Bagaimana pendapat Anda , Presiden Jokowi minta kasus Novel harus selesai dalam tiga bulan?

Saya dan publik patut mengapresiasi sikap pak Jokowi. Kasus Novel mungkin saja selesai dalam waktu tiga bulan mendatang oleh tim teknis Polri. Toh, Polri sudah mempunyai data dan fakta dari TGPF. Tidak semua data TGPF harus dipublikasikan ke publik, ini perlu dilakukan agar penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan tim teknis jadi lebih maksimal. Saya percaya pak Tito Karnavian sangat serius dalam menuntaskan kasus ini.Waktu tiga bulan tidak lama. Masyarakat dan Novel harus tenang dan sedikit sabar agar penuntasan kasus ini dapat memenuhi harapan semua pihak.

Kalau tim teknis gagal dan tidak mampu memenuhi keinginan Presiden Jokowi, bagaimana?

Kasus ini akan menjadi pertaruhan politik yang memiliki dimensi hukum bagi Presiden Jokowi. Kredibilitas Jokowi akan menjadi sorotan tajam publik, terutama dalam kasus penegakan hukum dan HAM. Bila kasus ini gagal diungkap, maka akan jadi preseden buruk dalam penegakan hukum dan HAM di republik ini. Saya sangat berharap kasus Novel akan tuntas. Presiden Jokowi sungguh-sungguh menyoroti kasus ini, karena dia tidak mau kasus-kasus HAM akan membebani dirinya. Saya juga ingin Jokowi bisa membongkar kasus-kasus HAM masa lalu. Kalau ini terlaksana, maka Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi akan bersih dari dosa-dosa HAM yang menjadi utang bangsa ini.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.