Akibat Corona, investor buru aset ‘safe-haven’, saham dan minyak jatuh

0

Berita Bursa
Saya pikir ini akan berlanjut minggu ini, sampai pasar China melanjutkan perdagangan minggu depan dan wabah virus korona mereda.Tokyo (ANTARA) – Saham-saham anjlok pada perdagangan Senin, karena investor semakin cemas tentang dampak ekonomi dari penyebaran virus China, dengan permintaan melonjak untuk aset-aset safe-haven seperti yen Jepang dan surat utang pemerintah.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,0 persen, penurunan satu hari terbesar dalam lima bulan, sementara proksi China yang tercatat di Tokyo, indeks ETF ChinaAMC CSI 300, turun 2,20 persen. Di tengah liburan Tahun Baru Imlek, banyak pasar di Asia ditutup.

Kontrak berjangka E-mini untuk S&P 500 AS terakhir turun 1,0 persen, setelah jatuh 1,3 persen di awal perdagangan Asia. Saham-saham Eropa diperkirakan akan mengikuti, dengan saham berjangka utama Eropa diperdagangkan 1,2-1,4 persen lebih rendah.

“Dengan sebagian besar pasar Asia ditutup, investor uang cepat membeli lindung nilai risk-off (penghindaran risiko) seperti surat utang pemerintah dan menjual Nikkei,” kata Masahiko Loo, manajer portofolio di Alliance Bernstein.

“Saya pikir ini akan berlanjut minggu ini, sampai pasar China melanjutkan perdagangan minggu depan dan wabah virus korona mereda.”

Euro terakhir berdiri di 1,1028 dolar AS, setelah jatuh ke level terendah delapan minggu di 1,1019 dolar AS pada Jumat (24/1/2020).

Yuan di pasar luar negeri melemah lebih dari 0,5 persen menjadi 6,9776 terhadap dolar AS, level terendah sejak 6 Januari.

Ketakutan yang meningkat akan dampak ekonomi dari virus korona juga menekan harga minyak dan komoditas lainnya, kecuali safe-haven emas

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok 3,8 persen hingga mencapai level terendah tiga setengah bulan di 52,15 dolar AS per barel pada awal perdagangan. Patokan internasional Brent merosot lebih dari tiga persen ke level terendah tiga bulan di 58,68 dolar AS per barel.

“Investor akan bereaksi cepat terhadap tanda-tanda negatif dan ini tidak terkecuali ketika China mengumumkan bahwa masalah ini telah menjadi keadaan darurat. Ini bisa membuat harga minyak rapuh sampai virus korona menunjukkan tanda-tanda melambat,” kata Mihir Kapadia, kepala eksekutif di Sun Global Investments.

Harga spot emas naik sebanyak 1,0 persen menjadi 1.585,80 dolar AS per ounce, level tertinggi sejak 8 Januari, karena meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran wabah virus di China dan dampak ekonomi potensial mendorong investor membeli logam safe-haven.

Sumber : Akibat Corona, investor buru aset ‘safe-haven’, saham dan minyak jatuh

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.